Seperti yang diungkapkan oleh Nurcholish Madjid bahwa terjadinya
metamorfose nama Ibn Rusyd atau menurut transliterasi standar latin Ibn Rochd menjadi Averroes adalah akibat dari rentetan dalam proses penerjemahan.
Oleh orang Yahudi kata Arab Ibn diucapkan seperti kata Ibrani (bahasa
Yahudi), Aben yang artinya sama dengan Ibn, maka nama Ibn Rochd kemudian
dibaca Aben Rochd. Dalam bahasa Spanyol, huruf konsonan b diubah jadi v, maka jadilah Aven Rochd.
Melalui asimilasi huruf huruf konsonan yang dalam bahasa Arab disebut idgham kemudian berubah jadi Averrochd.
Karena dalam bahasa Latin tidak ada huruf sy (Arab: syin) maka oleh si
pendeta huruf sy diganti dengan huruf s sehingga menjadi Averrosd.
Kemudian rentetan s dan d dianggap sulit dalam bahasa Latin, maka huruf d dihilangkan sehingga menjadi Averros.
Namun huruf s akan mengacaukan dengan s posesif, maka untuk menghindari
kekacauan tersebut antara o dan s diberi sisipan e sehingga menjadi Averroes dasn e sering mendapat tekanan sehingga menjadi Averroes.
Nama nama filsuf lain juga mengalami hal serupa dalam perspektif
perkembangan pemikiran Barat seperti Ibn Sina menjadi Avicenna, Ibn
Bajjah menjadi Avenpace atau Avempace, Ibn Zuhr menjadi Avenzoar, Ibn
Khaldun menjadi Abenjaldun, Ibn Masaroh menjadi Abenmacarra, dan Ibn
Thufayl menjadi Abentofail.
Ibn Rusyd lahir pada tahun 1126 di Cordova, sebuah kota yang pada saat itu menjadi pusat kajian kajian ilmu pengetahuan.
jadi, Ibn Rusyd - Ibn Rochd - Aben Rochd - Aven Rochd - Averrochd - Averrosd - Averroes.
sumber: Ibn Rusyd: Cahaya Islam di Barat karyaFuad Mahbub Siraj


Tidak ada komentar:
Posting Komentar