Sabtu, 15 Maret 2014

99 Cahaya di Langit Eropa

99 Cahaya di Langit Eropa
99 Cahaya di Langit Eropa is a islamic novel which written by Amin Rais daughter named Hanum Salsabiela Rais and her husband Rangga Almahendra. This is Hanum’s first novel that based on her journey during accompany going Rangga to continue his doctoral scholar in Vienna, Austria. It was published in 2011  Yes, last year 99 Cahaya di Langit Eropa has been filmed and they  launched the Part 2 of the movie on 6th March 2014.
The novel started when Hanum and Rangga was in Vienna, Austria. In case to spend her time, Hanum met Fatma (a Turkey immigrant moslem) at their Deutsch Language Courses class. Fatma felt so glad when she knew that Hanum is a moslem too, same like her. They’ve got a really good friendship and Fatma always told Hanum that she wanted to be a Good Muslim Agent in Europe, and it will happen without violence, you just have to smile. And their friendship lead their passion to visit some cities in Europe that have Islamic history and maybe not all people known before, such as Vienna, Paris, Cordoba, Granada, Istanbul and many more, also Fatma tried her best to show the beauty of Islam from other side like arts, architecture, knowledge, and tolerance.
This story tells us about all Moslem have to do in this global era, not with any violence. It makes us to know that Islam has a Glory Age when Europa trapped in a Dark Age, it perfectly has been proved in many history books. I like a sentence from Hanum who said “Aku semakin yakin, esensi sejarah bukanlah hanya siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu: siapa yang lebih cepat belajar dari kemenangan dan kekealahan”.
I recommended this novel for all muslim teenager like me, because this novel is easy to read and it will increase your Islamic knowledge that you didn’t know it before. Eventhough the writer didn’t post many picture at the novel, it’s an amazing experience when you can picture all of the places by your imagination. It’s a must for all of you to buy this amazing and inspiring book. 

 

Jumat, 18 Januari 2013

Xabi: Santo, Desa, dan Basque....

Xabi Alonso. Ini bukan nama asing di jagat sepak bola. Mungkin juga banyak yang tahu bahwa nama gelandang Real Madrid asal Basque ini ekuivalen dengan nama depan Xavi dalam bahasa Catalan, yang digunakan oleh Xavi Hernandez Creus, gelandang Barcelona.

La Barba Roja
Xabi atau Xavi ini sebenarnya adalah bentuk pendek dari nama yang lebih panjang : Xabier dan Xavier. Bentuk Xabier dan Xavier ini adalah berasal dari nama sebuah desa dekat kota Pamplona di region Navarre, Spanyol. Desa tersebut bernama Etxeberria, yang terbentuk dari tiga kata bahasa Basque : exte (bermakna rumah), berri (baru), serta a (sebuah kata sandang, seperti “si” dan “sang” dalam bahasa Indonesia atau “the” dalam bahasa Inggris).

Desa tersebut merupakan tempat kelahiran Santo Francis Xavier(1506-52), yang menjadi misionaris di India, Cina, dan beberapa wilayah lain di Asia, termasuk Maluku dan Kalimantan. Saat lahir, orang suci ini menyandang nama Francisco de Jasso y Azpilicueta. Nama sang Santo tersebut kemudian sering diadopsi intuk digunakan sebagai nama depan, terutama oleh nama penganut Katolik.
Seperti nama nama lain, Xabier dan Xavier memiliki betuk lain : Javier. Dengan demikian, dalam sepak bola cukup banyak juga pemain yang menyandang nama yang maknanya berkaitan dengan sejarah panjang bahasa Basque dengan Kerajaan Navarre ini. Javier Zanetti dari Argentina, Javi Martinez dari Spanyol adalah contohnya. Namun, seperti yang paling “asli” jelas Joseba Andoni Etxeberria, pemain yang selama 15 tahun menjadi pemain Athletic Bilbao dan lahir di Elgoibar, Basque, Spanyol Utara.

Kesimpulannya : Xabi adalah bentuk yang lebih tua dibandingkan Xavi dan Javier karena sebenarnya nama ini mulai muncul di wilayah Basque.

bukan curhatan, hanya kiriman~

i Hola !

kali ini topiknya tentang "Why I Love Spain"

~pokoknya 2010~
"gue ga terlalu suka bola"...... hal yang selalu gue bilang kalo temen gue ngajakin gue main bola...
bodo...pengen dikatain apapun gue ga terlalu suka  (dasarnya aja gue gabisa :p)....
gue emang gabisa main bola....tapi kalo disuruh tonton bola...hayuuk dah gue jabanin tapi emang gue ga mihak timnas mana atopun klub mana.....

waktu itu gue lagi nonton Opening World Cup 2010 South Africa nah pas itu si shakira tampil....gue sih ga liatin acaranya....coman nunggu shakiranya....kwkwkwk
abis selese tuh pembukaan temen gue nyamper lah.....temen gue tuh pada jagoun negara manapun....gue sih asal ceplos aja " gue jerman".....

dimulai tuh piala dunia
berapa kali tampil gue ga terlalu suka permainan jerman waktu itu.....karena pas itu gue masih sedikit alay, labil ato apalah gue pilih spanyol jadi jagoan gue....kwkwkwk
walopun di perdana kalah lawan swissu tapi spanyol langsung konsisten....itu yang buat gue suka aja

ganyangka beroo spanyol bakal masuk final dan menang....gue seneng aja beroo....
beberapa hari kemudian, gue langsung beli majalah bolavaganza yang ngulas tentang spanyol.....wihh mantep gan....

selain gue ngejagoin Xabi Alonso sebagai defensive midfielder ato gelandang bertahan tapi gue suka spanyol karena mainnya beroo....tiki-taka...!!
itu baru permulaan beroo


~abis piala dunia~
abis piala dunia gue sering liat di youtube interview pemain spanyol dan banyak yang gue temuin tuh pake bahasa spanyol.....
nama cewek spanyol pertama yang gue tau tuh Sara Carbonero....tau kan tau kan....
pacar si Iker Casillas.....pake bahasa spanyol, ditambah kulit yang hitam manis ( latin latin gimana gitu), terus cara ngomongnya ituloh....
PERTAMA KALI GUE BILANG KALO BAHASA SPANYOL TUH SEXY....

bola udah, bahasa udah....hmm
oiya abis itu karena gue suka Real Madrid ( secara madridista) gue mulai menelusuri ( eaea) seluk beluk kota madrid ....dan begitu gue cari dari berbagai sumber dalam bentuk foto, video dan lain lain ternyata kotanya tuhyaa....eksotis bgtbgtbgt..
muai dari situ gue telusur lebih lanjut kota kota yang lainnya......

kayak granada, murcia, sevilla dan lain lain.....gakalah dah sama nyang namanya london
terus gue cari kebudayaannya kaya tari flamenco, makannya paella...

dan lagi dulu spanyol itu negara islam yang besar lohh...
one more, THE SPAIN WOMAN"S VERY SEXY.......


ampe sekarang pun mimpi gue tuh gue bisa ke Spanyol, tinggal disana, nikah disana, pkonya banyak deh.....Spain, waiting for me, i'm the person who will be at there ....

udah gitu aja....
muchas gracias......

Rabu, 16 Januari 2013

Ibn Rusyd menjadi Averroes. gimana ceritanya?

          Seperti yang diungkapkan oleh Nurcholish Madjid bahwa terjadinya metamorfose nama Ibn Rusyd atau menurut transliterasi standar latin Ibn Rochd menjadi Averroes adalah akibat dari rentetan dalam proses penerjemahan.

          Oleh orang Yahudi kata Arab Ibn diucapkan seperti kata Ibrani (bahasa Yahudi), Aben yang artinya sama dengan Ibn, maka nama Ibn Rochd kemudian dibaca Aben Rochd. Dalam bahasa Spanyol, huruf konsonan b diubah jadi v, maka jadilah Aven Rochd.
          Melalui asimilasi huruf huruf konsonan yang dalam bahasa Arab disebut idgham kemudian berubah jadi Averrochd. Karena dalam bahasa Latin tidak ada huruf sy (Arab: syin) maka oleh si pendeta huruf sy diganti dengan huruf s sehingga menjadi Averrosd.
          Kemudian rentetan s dan d dianggap sulit dalam bahasa Latin, maka huruf d dihilangkan sehingga menjadi Averros. Namun huruf s akan mengacaukan dengan s posesif, maka untuk menghindari kekacauan tersebut antara o dan s diberi sisipan e sehingga menjadi Averroes dasn e sering mendapat tekanan sehingga menjadi Averroes.
          Nama nama filsuf lain juga mengalami hal serupa dalam perspektif perkembangan pemikiran Barat seperti Ibn Sina menjadi Avicenna, Ibn Bajjah menjadi Avenpace atau Avempace, Ibn Zuhr menjadi Avenzoar, Ibn Khaldun menjadi Abenjaldun, Ibn Masaroh menjadi Abenmacarra, dan Ibn Thufayl menjadi Abentofail.
          Ibn Rusyd lahir pada tahun 1126 di Cordova, sebuah kota yang pada saat itu menjadi pusat kajian kajian ilmu pengetahuan.

jadi, Ibn Rusyd - Ibn Rochd - Aben Rochd - Aven Rochd - Averrochd - Averrosd - Averroes.

sumber: Ibn Rusyd: Cahaya Islam di Barat karyaFuad Mahbub Siraj

Minggu, 14 Oktober 2012

Originally Made by Me


Cover depan

Judul               : 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan
              Menapak Jejak Islam di Eropa

Pengarang       : Hanum Salsabiela Rais  &
              Rangga Almahendra

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Genre              : Novel Perjalanan Islami

Tebal Buku      : 412 hal

Harga Buku     : Rp. 69.000,00

Cetakan  Awal  : Juli 2011





Agaknya 3 tahun tinggal di benua biru, merupakan suatu hal yang sangat luar biasa dapat mengarungi indahnya Eropa. Beruntungnya Hanum Salsabiela Rais bersama suaminya Rangga Almahendra bisa tinggal di Eropa untuk beberapa tahun, dan lebih tepatnya negara yang tidak lebih besar dari provinsi Yogyakarta. Ya, mereka tinggal di Wina, Austria. Tidak hanya itu, hal yang mereka lakukan tifak hanya sekedar liburan, melainkan bekerja, belajar banyak hal, dan berbagi pengalaman yang diwujudkan dalam sebuah karya tulis novel berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa: Menapak Jejak Islam di Eropa” 

Mulai dari cover dan prolognya, bagi saya yang sudah menyelesaikan buku ini sebanyak 4 kali, dari hanya melihat kedua bagian itu saja sudah menarik hati pembaca untuk menyelusuri buku ini lebih lanjut.

Hanum, seorang reporter sebuah stasiun televisi swasta lokal harus mengikuti suaminya Rangga, untuk menemani sang suami kuliah karena mendapat beasiswa studi doktoral di Wina, Austria. Hari hari pertama di Eropa, Hanum langsung merasakan kengerian ranah Eropa. Ya, hawa dingin. Tapi itu semua terbantahkan kala Fatma, salah seorang koleganya di kelas bahasa Jerman yang seorang imigran dari Turki selalu menemaninya. Dan mereka berduapun mempunyai misi yang sama, yaitu menjadi agen muslim yang baik di tengah kemegahan dan kegemerlapan ranah Eropa. 

Kordoba, Granada, Paris, Istanbul Wina, Kairo, Roma, Mekkah, dan Madinah. Selain menjadi agen muslim yang baik, mereka berdua berkeinginan keras bahwa suatu saat nanti mereka ingin sekali dapat mengunjungi tempat tempat yang pernah memancarakan sinar Islamnya di muka bumi ini. Tetapi pada saat hanum sudah mendapatkan waktu yang tepat, Fatma menghilang bagaikan ditelan bumi. Mau tak mau Hanum harus tetap melanjutlan mimpi mereka berdua.

Hal yang paling sangat ditunggu tunggu tentu saja bagaimana pengalaman yang bisa kita dapat dan pengetahuan yang bisa kita serap dari perjalanan Hanum. Mulai dari hikmah yang dapat diambil dari lokasi beridirinya Vienna Islamic Center yang bersebelahan dengan tempat godaan syahwat berkumpul, hikmah berderma yang diterapkan restoran Der Wiener Deewan yaitu restoran pakistan yang menggunakan sistem berderma “All You Can Eat, Pay As You Wish” dapat terus berdiri tegak hingga saat ini tanpa mengalami kebangkrutan, tragisnya Mezquita de Cordoba yang dialihfungsikan menjadi sebuah Katedral yang tadinya adalah sebuah Masjid Agung sampai indahnya malam di Alhambra de Granada di Spanyol, mengapa tertera kata kata indah yang menjadi ciri khas orang Islam pada hijab Bunda Maria yang notabenenya merupakan simbol umat Katolik terdapat pada Musium Louvre, Paris, Perancis sampai teka teki yang menunjukkan apakah benar sang kaisar besar Perancis Napoleon Bonaparte adalah seorang muslim?, Indahnya Hagia Sophia dan Blue Mosque yang bersebelahan di Istanbul, Turki, sampai akhirnya Hanum memilih Kabbah Mekkah sebagai tempat terakhir yang ia kunjungi yang juga merupakan tempat sakral bagi kaum muslim. 

Semua hal diatas terangkum dengan jelas dan padat tanpa membuat pembaca bosan dan jenuh. Semua terlihat sangat indah ketika anda menyelesaikan buku ini. Anda tidak akan merasa bosan dan mungkin saja akan terus mengulanginya seperti apa yang sudah saya lakukan.

Akan tetapi, tidak ada yang sempurna di dunia ini, tak terkecuali novel ini. Sayangnya novel ini tidak banyak mencantumkan foto selagi Hanum melakukan perjalanan, hanya ada beberapa saja pada bagian belakang novel dan itu juga seharusnya foto foto tersebut diletakkan pada bagian dimana ia melakukan perjalanan ke setiap tempat. Tapi sang penulis pun sudah memberitahukan alasan yang logis mengapa mereka tidak memasukkan foto yang banyak. Dan satu lagi, buku ini sangat layak menjadi Best-seller!!. 

dan buku ini membuat saya iri !! -__-

Sabtu, 13 Oktober 2012

this is Mezquita! not a Cathedral!

this is ma seken post on ma blog. So, just see and enjoy it. It'll be more gorgeous than before!!

~Mezquita de Cordoba~

coman liat namanya, search artinya di mbah google, pasti lu semua ngira ini adalah nama sebuah masjid di Kordoba, Spanyol. gue pun gitu. Dunia dan realitapun mengiyakan statement gue satu ini. cieelah~~.

Sejarah telah membuktikan Spanyol pernah menjadi persinggahan kebesaran islam pada saat Zaman Kegelapan Eropa (org barat gamau dibilang zaman kegelapan, mereka menyebutnya Zaman Pertengahan), khususnya Andalusia, sebuah nama daerah Spanyol selatan yang mencakup daerah daerah islam, yaitu tempat berdirinya KeKhalifahan Kordoba. Selama kurang lebih 7 abad lamanya islam melukiskan cahaya kebesaran islam di bumi Matador, Spanyol. Sampai akhirnya.....

yah mengulas sedikit sejarah tentang bangunan favorit guee satu ini, Mezquita de Cordoba atau yang sekarang menjadi Mezquita~Cathedral de Cordoba ( males bangat gue pake Cathedralnya -____- ), bangunan ini telah dirancang sejak 785 M oleh Khalifah Abdurrahman I dan dilanjutkan oleh Abdrrahman II.Masjid ini mempunyai jumlah tiang yang terbuat dari marmer mencapai 1293 buah, dan selalu diterangi oleh 4700 buah lampu yang menghabiskan 11 ton minyak pertahun setiap malam.

" Cordoba memiliki seluruh keindahan. Ornamen-ornamennya begitu indah dipandang dan mengagumkan penglihatan" ~ Lane-Poole

Sekarang...
La Mezquita, begituah orang orang Spanyol menyebut bangunan nan cantik itu. Selepas islam terusir dari Spanyol (gue yakin islam bakal balik lagi), pada tahun 1236 M para petinggi Katholik terkagun kagum atas bangunan ini, dan akhirnya mereka merubah bangunan itu menjadi sebuah Katedral -,-.Menara minaret yang tadinya tempat muadzin mengumandangkan kata kata indah untuk memanggil orang keluar menjalankan kewajiban shalat lima waktu, sekarang telah disulap menjadi lonceng untuk memanggil orang untuk ke gereja. dan mirisnya, mihrab yang menjadi pusat perhatian oleh setiap orang, kini dijeruji besi sehingga tidak ada orang yang mendekat-,-. oiya, sekarang La Mezquita telah menjadi sebuah Katedral dan tempat Wisata bagi setiap orang. selagi ana menikmati indahnya bangunan ini, anda bisa mendengar nyanyian nyanyian puja puji yang terdengar dari bangunan baru yang telah dibuat ditengah tengah masjid ini, yak sebuah tenmpat peribadatan bagi kaum kristen.

Ada cerita menarik yang saya ambil dari sebuah buku, dan ini menakjubkan!!.
Petinggi saat itu, Al Rahman tidak membuat mihrab masjid itu mengarah ke kiblat kita, Kabah, Mekkah. tetapi agak miring sedikit. Mengapa? bukannya itu dilarang? bukannya mihrab harus menghadap kiblat?. Ya, prakteknya dahulu orang kordoba tetap sholat mengarah ke kiblat, hanya bangunannya saja dibuat miring. Mengapa harus miring? saya akan menceritakan mengapa Kordoba begitu indah, sampai barat terkagum kagum. La Convivencia. ya Kordoba saat itu sangat toleransi kepada warganya yang menganut agama lain selain islam. KARENA dahulu sebelum masjid itu dibangun, di depan masjid itu sudah berdiri sebuah gereja zaman Visigoth, kalau saja Al Rahman memaksakkan untuk mengubah arah mihrab itu tepat ke arah kiblat, maka Al Rahman harus menghancurkan gereja itu, tapi ia tidak mau. Ia tidak ingin melukai warganya juga yang kristen. (SUBHANALLAH). begitu indahnya zaman keemasan Kordoba.

Ya, ini hanyalah seenggok bangunan tua yang tidak ada indahnya secara fisik. tidak seperti Eiffel Tower di Paris, Perancis. tapi saya pun tidak mengerti mengapa semua kemoderenan dan keromantisan Eiffel sangat kalah total!! dibandingkan keindahan Mezquita de Cordoba yang bisa saya bilang sangat cantik dalam hal tententu.  ya sejarah telah membuktikannya bagaimana indahnya Kordoba.

”Saat memandang matahari tenggelam di menara Eiffel, Katedral Mezquita Cordoba…Hagia Sophia Istanbul, saya bersimpuh. Matahari tenggelam yang saya lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun yang lalu.” 99 cahaya di Langit Eropa.







oke, Muchas Gracias !!